KONSEP-KONSEP DALAM AUDITING
Moh. Mahsun, M.Si, Ak.
SIFAT DARI KONSEP
Konsep merupakan
bentuk persepsi-persepsi atau kesimpulan yang diderivasi dari hasil
observasi
atau pengalaman yang mana kesimpulan ini bisa membantu kita memahami
persamaan
dan perbedaan sesuatu hal serta dalam menjawab fenomena yang muncul.
Para
ilmuwan dapat memanfaatkan konsep-konsep yang sudah terbangun untuk
menyederhanakan dan menyimpulkan suatu fenomena tertentu sehingga mampu
menjelaskan dasar pemikiran yang ada. Untuk menggambarkan arti penting
konsep di
bidang ilmu pengetahuan ini kita bisa mendiskripsikan dengan oscillation. Konsep,
sebagaimana oscillation
ini, digambarkan dan digeneralisasi berdasarkan berbagai observasi
yang
tidak nampak berhubungan khusus hingga beberapa sinyal menunjukkan
adanya
pemahaman yang sama meskipun beberapa kegiatan observasi dilakukan
dengan cara
yang berbeda. Konsep menyediakan dasar pengembangan dalam bidang ilmu
pengetahuan tertentu dengan mengkomunikasikan antara landasan teoritis
dengan
problem yang ada.
PENGEMBANAN KONSEP
Beberapa langkah
yang diperlukan untuk mengembangkan konsep antara lain:
- Mengobservasi
kenyataan yang
berhubungan dengan bidang yang dikerjakan.
- Memformulasikan
suatu generalisasi
berdasarkan fakta-fakta observasi tersebut.
- Mengidentifikasi
interrelasi dari
kesimpulan-kesimpulan yang dibuat untuk mengeliminasi penduplikasian,
inkonsistensi, dan penghilangan
- Melakukan pengujian
ulang dan
penelitian dengan cermat terhadap kesimpulan yang ada dalam rangka
melihat
manfaatnya secara terus menerus.
Dalam upaya
pengembangan konsep ini perlu kiranya dipahami pengertian persepsi dan
konsepsi. Persepsi merupakan proses mental yang substansinya sangat
bermanfaat
untuk menginterpretasikan dan menggambarkan suatu kesimpulan. Sementara
konsepsi lebih ditekankan pada
proses intelektual yang diperlukan untuk menggeneralisasi dan
memformulasikan
suatu konsep.
TIPE DARI SUATU KONSEP
Konsep dapat
diklasifikasikan sebagai: 1)philosophical
dan native, 2)ideal dan real. Konsep philosophical
(non specific) adalah
konsep yang tidak bersifat eksklusif untuk berbagai ilmu pengetahuan
khusus
atau seni, misalnya truth,
probabilitas, cause, proof, obyek
fisik, pemahaman, dan necessity.
Konsep native (specific) merupakan
konsep yang lahir dari beberapa cabang khusus dari suatu pengetahuan,
misalnya
konsep akselerasi dalam mekanik, netralisasi kimia dalam ilmu kimia, conditioned
reflex dalam psikologi,
fertilisasi silang dalam ilmu botani, biaya marjinal dalam ilmu ekonomi,
dan
bukti dalam bidang auditing. Konsep ideal
dan real berhubungan dengan sifat
dari konsep itu sendiri apakah nyata atau fiktif. Konsep ideal ini bukan berarti ideal
dalam arti mendekati kesempurnaan tetapi ideal
yang dimaksud adalah tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya
misalnya the economic man, the represetative firm,
prudent behavior, dan perfect
competition. Konsep real berarti
tidak fiktif tetapi suatu kejadian-kejadian nyata yang bersifat umum,
misalnya
dalam bidang auditing kita mempunyai konsep independensi untuk
mendeskripsikan
salah satu persyaratan praktek pengauditan.
PENDEKATAN KONSEPSUAL
Pendekatan
konsepsual ini banyak diyakini lebih layak digunakan untuk dalam rangka
membangun teori auditing. Hal ini sesuai dengan karakteristik dari
auditing
sendiri yang secara substantial mengandung tahap-tahap yang mana
pengujian
terhadap konsep-konsep sangat diperlukan. Dalam hal ini pengembangan dan
pemanipulasian model matematika tertentu akan sangat membantu. Pada
umumnya
terdapat miskonsepsi dalam pendekatan konseptual ini yang mengasumsikan
bahwa
konsep-konsep itu sebenarnya tidak dapat diuji dengan pengumpulan bukti
empiris
yang mana hal ini sama sekali tidak bermanfaat untuk mengembangkan suatu
teori.
Pandangan seperti ini kurang sesuai terutama dalam kaitannya dengan
konsep
auditing. Dalam konsep auditing ini memang menemui kesulitan untuk
mengumpulkan
bukti-bukti empiris dalam menguji suatu konsep, namun sebetulnya yang
lebih
penting di sini bukan bagaimana kita menemukan buktinya tetapi bagaimana
sebaiknya atau hal yang semestinya. Menurut Bridgman
ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan oleh suatu konsep. Pertama
konsep
harus berisi atau memasukkan sekumpulan dari operasi. Kedua konsep
tersebut
merupakan operasi-operasi yang bersifat unik. Adanya perbedaan dalam
suatu
operasi menunjukkan adanya perbedaan dalam konsep.
KONSEP-KONSEP UTAMA DALAM AUDITING
Beberapa konsep
utama dalam auditing antara lain evidence, due audit care, fair presentation,
independence, dan ethical conduct. Masing-masing konsep ini menempati posisi
yang cukup penting dalam struktur dari teori auditing. ***
|