| DERIVATIF |
| Thursday, 06 August 2009 | |
|
Kontrak
derivatif merupakan suatu instrumen keuangan yang nilainya berasal atau
istilahnya diturunkan dari suatu asset lain yang menjadi sumber acuannya, yang
sering disebut sebagai “underlying product”. Jadi pada transaksi derivative bukan assetnya sendiri yang
diperdagangkan melainkan produk turunannya tersebut.
Sumber underlying assets dapat
bermacam-macam seperti komoditi, saham, obligasi, suku bunga, nilai tukar mata
uang atau indeks pasar (seperti indeks pasar saham, indeks harga konsumen, atau
bahkan indeks kondisi cuaca dan lain sebagainya). Derivatif digunakan oleh
berbagai pihak untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari
pergerakan harga tanpa mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya.
Ada dua macam kontrak derivative menurut
pasarnya yaitu :
· Exchange-traded
derivatives:
Derivatif yang
diperdagangkan di bursa (Exchange-traded derivatives) merupakan instrumen
derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa
berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai
perantara atas transaksi terkait dan memungut margin dari kedua belah pihak
yang melakukan transaksi sebagai jaminan.
· Over the Counter
(OTC) derivatives :
Merupakan suatu
kontrak bilateral (melibatkan dua pihak) yang dilakukan secara langsung antar
pihak yang bertransaksi diluar bursa tanpa menggunakan pialang. Contoh yang
umum adalah swaps dan perjanjian forward. Pasar OTC merupakan bagian terbesar
dari transaksi derivative, jauh lebih besar dari transaksi exchange traded.
Pasar ini tidak regulated dalam hubungannya dengan keterbukaan informasi karena
merupakan transaksi privat antara pihak yang berhubungan
Terdapat banyak instrumen finansial yang
dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif, diantaranya yang umum dikenal
adalah opsi, futures, forward, dan swap :
· Opsi
Opsi adalah
suatu hak yang didasarkan pada suatu perjanjian untuk membeli atau menjual
suatu underlying products, yang dapat berupa komoditi, surat berharga keuangan,
atau suatu mata uang asing pada suatu tingkat harga yang disetujui dimuka ,
pada setiap waktu selama berlangsungnya kontrak opsi. Asal nama “opsi” adalah
karena perjanjian ini memberikan “opsi=hak” kepada pemegang opsi untuk
menentukan apakah akan melaksanakan atau tidak melaksanakan opsi yang
dipegangnya, yaitu hak membeli (pada opsi beli) atau hak menjual (pada opsi
jual).
Opsi
beli, atau yang lebih dikenal dengan istilah call option, adalah suatu hak
untuk membeli sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam
jangka waktu tertentu yang disepakati-baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun
di antara tenggang waktu masa setelah jatuh tempo. Opsi ada yang diperdagangkan
di Bursa (Exchange traded) dan ada yang
tidak melalui bursa (OTC)
· Futures
Futures contract
merupakan suatu kontrak standard yang diperdagangkan pada bursa berjangka
(Exchange Traded), untuk membeli ataupun
menjual underlying assets dari suatu instrument keuangan dari instrumen
keuangan pada waktu tertentu dimasa akan datang, dengan harga tertentu. Bedanya
dengan opsi, adalah pada futures timbul “kewajiban” terhadap pembelian dan
pengiriman underlying assets-nya, sehingga dengan demikian melibatkan resiko
yang lebih besar.
Pada kontrak
berjangka ini, kedua belah pihak wajib untuk melaksanakan kewajiban
masing-masing pada tanggal penyelesaian, dimana si penjual akan menyerahkan
komoditi yang diwajibkan underlying asset kepada pembeli dan pembeli wajib
membeli dengan harga penyelesaian yang telah disepakati. Untuk bebas dari
kewajiban pada tanggal penyelesaian akhir maka pemegang posisi pada kontrak
berjangka harus melakukan perhitungan atas posisinya baik dengan melakukan
penjualan posisi “long” ataupun melakukan pembelian kembali posisi “short” yang
secara efektif akan menutup posisi kontrak berjangka serta kewajibannya
berdasarkan kontrak tersebut.
· Swap
Istilah
swap sudah umum diterima di bahasa Indonesia, analog dengan pertukaran. Secara
keuangan swap berarti transaksi pertukaran dua valuta pembelian atau penjualan
tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan
secara simultan dengan kurs dan tingkat premi/diskon yang dibuat dan disepakati
pada tanggal transaksi dilakukan.
Kebanyakan
swap ditransaksikan secara bebas diluar bursa oleh para pihak, yang umumnya
perusahaan dan institusi keuangan, dengan cara yang berbeda-beda sesuai
kesepakatan mereka. Karena diperdagangkan di luar bursa, resiko default selalu
ada. Beberapa jenis swap juga diperdagangkan di bursa.
· Forward
Kontrak
forward adalah suatu persetujuan antara dua belah pihak untuk menjual atau
membeli suatu asset pada waktu tertentu di masa depan yang ditetapkan
sebelumnya dengan tingkat harga yang telah disepakati sebelumnya . Saat terjadi
transaksi forward, belum terjadi pertukaran-pembayaran uang. Pembayaran dan
pengiriman barang dilakukan sesuai dengan jadwal dan aturan yang telah
disepakati.
Kontrak
forward merupakan bentuk sederhana dari kontrak futures, dan dapat diperdagangkan
dimana saja diluar bursa, berbeda dengan kontrak berjangka yang telah
ditetapkan secara standar dan hanya dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
Perbedaan
lain adalah kontrak forward selalu diakhiri dengan penyerahan barang secara
fisik. Sedangkan kontrak future dapat ditutup dengan tiga cara yaitu penyerahan
barang atau penyerahan secara tunai, mengambil posisi sebaliknya dari posisi
yang dimiliki sekarang, dan pertukaran dengan transaksi fisik (exchange for
physical).
Dikutip
dari Business News No.7843/TAHUN –LIII, 5 Agustus 2009
|